Jumat, 04 Juli 2014
Proyek Selat Sunda Jadi PR Pemerintahan Mendatang
http://www.tempo.co/read/news/2014/06/30/090589206/Proyek-Selat-Sunda-Jadi-PR-Pemerintahan-Mendatang
SENIN, 30 JUNI 2014 | 14:30 WIB
Bangun Rancang Jembatan Selat Sunda yang akan dibangun. Dok: PT Wiratman and Associates
Berita Terkait
Topik
TEMPO.CO, Jakarta - Nasib mega proyek Jembatan Selat Sunda masih menggantung. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Dedi S. Priatna, mengatakan proyek tersebut masih akan dikaji ulang. “Diputuskan untuk bisa direstrukturisasi ulang. Artiannya untuk pemerintahan baru," katanya ketika ditemui di gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senin, 30 Juni 2014.
Kajian ulang itu, kata dia, semisal siapa anggota konsorsiumnya. "Jadi belum ada kepastian," katanya. (Baca juga: Chairul Tanjung Bentuk Tim Realisasi Jalan Tol Sumatera)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, menurut Dedi, telah mengetahui pengkajian ulang tersebut. "Iya, Pak CT yang meminta," katanya.
Untuk diketahui, nasib pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda masih terkatung-katung. Dalam rapat koordinasi terakhir, ada dua opsi yang disepakati, yaitu pembuatanfeasibility study yang akan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah atau mengkolaborasikan BUMN dengan konsorsium pemprakarsa, PT Graha Banten Lampung Sejahtera. Namun kedua opsi itu belum diputuskan. (Lihat juga:Dorong JSS, Pemerintah Bentuk Badan Pelaksana)
Proyek JSS seharusnya ditargetkan mulai ground breaking tahun 2014. Proyek jembatan sepanjang 29 kilometer itu rencananya akan menelan dana sedikitnya ratusan triliun rupiah. Chairul Tanjung sebelumnya sempat optimis bahwa setidaknya tahun ini dapat dibentuk suatu badan otoritas.
Kajian ulang itu, kata dia, semisal siapa anggota konsorsiumnya. "Jadi belum ada kepastian," katanya. (Baca juga: Chairul Tanjung Bentuk Tim Realisasi Jalan Tol Sumatera)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, menurut Dedi, telah mengetahui pengkajian ulang tersebut. "Iya, Pak CT yang meminta," katanya.
Untuk diketahui, nasib pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda masih terkatung-katung. Dalam rapat koordinasi terakhir, ada dua opsi yang disepakati, yaitu pembuatanfeasibility study yang akan menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah atau mengkolaborasikan BUMN dengan konsorsium pemprakarsa, PT Graha Banten Lampung Sejahtera. Namun kedua opsi itu belum diputuskan. (Lihat juga:Dorong JSS, Pemerintah Bentuk Badan Pelaksana)
Proyek JSS seharusnya ditargetkan mulai ground breaking tahun 2014. Proyek jembatan sepanjang 29 kilometer itu rencananya akan menelan dana sedikitnya ratusan triliun rupiah. Chairul Tanjung sebelumnya sempat optimis bahwa setidaknya tahun ini dapat dibentuk suatu badan otoritas.
Kamis, 03 Juli 2014
Selasa, 01 Juli 2014
Langganan:
Komentar (Atom)









.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
